14947474_1829487533963300_1795603377820264701_n

Tere Liye, Oke!

“Ukuran keberhasilan saya tidak dapat ditentukan sekarang, namun justru bertahun-tahun kemudian/bahkan sampai saya tiada. Kita semua akan tahu apakah karya saya tetap dikenang dan berkesan apa tidak. Disitulah indikator penulis.”

Kamis, 3 November 2016 menjadi sore terbaik dan pastinya tak terlupakan bagi banyak siswa SMAN 1 Klaten. Bagaimana tidak, dalam rangka memperingati HUT Smansa ke-59 tahun ini diselenggarakanlah acara bertajuk ‘peteng gayeng’ dimana pihak sekolah telah menghadirkan ‘Tere Liye’ penulis best seller yang deretan karyanya menjadi koleksi perpustakaan SMA N 1 Klaten dan menjadi kawan literasi siswa.

Dalam acara tersebut, Bang Tere (panggilan akrab) hadir menjadi tokoh yang dinantikan dan menambah ramai suasana keakraban malam itu. Ibu Resmiyati selaku MC acara juga terlihat sangat akrab dan mampu membawakan acara dengan baik.

Saat masuk sesi tanya jawab, para siswa sangat antusias bertanya seputar inspirasi cerita dari novel Bang Tere, karya yang paling disuka,bahkan pertanyaan yang kedengaran seperti curhatan siswa laki-laki tentang novel yang dipinjamkan tidak kembali/rusak.Dalam perbincangan malam itu pula, Bang Tere membagikan banyak tips konsisten dalam menulis karya dan bercerita bagaimana karya-karya Bang Tere itu dihasilkan.

Dalam acara tersebut juga para juara lomba pojok baca antar kelas https://www.viagrapascherfr.com/sildenafil-pas-cher-occasion/ diumumkan dan hebohnya lagi piagam penghargaan diberikan langsung lewat Bang Tere kepada perwakilan kelas para juara. Para siswa sontak bertambah antusias dibandingkan pengumuman saat upacara hari Senin.

Sambutan yang meriah dan antusias kala itu oleh para siswa SMA N 1 Klaten telah membuktikan eksistensinya dalam dunia kepenulisan di Indonesia, terutama di kalangan remaja. Cerita yang berbeda dan belum pernah ada sebelumnya, novel yang kaya akan makna kehidupan, bahasa sederhana , jalan cerita yang membuat geregetan hingga kata yang ngejleb dihati menjadi ciri khas dari novel karya Bang Tere ini.

Meski ditengah puncak karir, Bang Tere tetaplah sosok yang sederhana dan bersahaja, “Ukuran keberhasilan saya tidak dapat ditentukan sekarang, namun justru bertahun-tahun kemudian/bahkan sampai saya tiada. Kita semua akan tahu apakah karya saya tetap dikenang dan berkesan apa tidak. Disitulah indikator penulis.” Begitu kiranya makna dari ucapan dari Bang Tere.

Terakhir, terima kasih Bang Tere telah hadir di SMA N 1 Klaten berbagi inspirasi bagi kita semua dan kini sebagai bukti kehadiran beliau di SMA N 1 Klaten di depan perpustakaan sekolah telah terpajang tanda tangan asli Tere Liye.

Berpikirlah melalui karyamu, Hidupkan selalu jiwa literasimu!

Salam peteng gayeng, Tere Liye … Okee!

[Tere Liye Menyerahkan penghargaan bagi Juara Pojok baca kelas]

 

Tinggalkan Balasan